Update Besaran Gaji TKI di Singapura Berdasarkan Sektor Pekerjaan Terbaru

Date:

Menakar Potensi Pendapatan Pekerja Migran di Negeri Singa

Singapura tetap menjadi destinasi primadona bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ingin mengadu nasib di luar negeri. Stabilitas ekonomi dan nilai tukar Dolar Singapura (SGD) yang kuat terhadap Rupiah menjadi daya tarik utama bagi para pencari kerja. Namun, calon pekerja harus memahami bahwa besaran pendapatan sangat bergantung pada sektor pekerjaan, pengalaman, serta regulasi terbaru yang ditetapkan oleh pemerintah setempat. Pemerintah Singapura melalui Ministry of Manpower (MOM) secara berkala memperbarui aturan mengenai standar kesejahteraan pekerja asing guna memastikan perlindungan hak-hak dasar mereka.

Standar Gaji Sektor Domestik atau Asisten Rumah Tangga

Sektor domestik merupakan penyerap tenaga kerja Indonesia terbesar di Singapura. Meskipun Singapura tidak memiliki undang-undang upah minimum nasional yang kaku untuk semua sektor, terdapat kesepakatan bilateral dan standar industri yang menjadi acuan. Berikut adalah rincian estimasi pendapatan untuk PMI di sektor rumah tangga:

  • Gaji Pokok Minimal: Saat ini, kisaran gaji pokok untuk asisten rumah tangga (ART) baru berada di angka SGD 550 hingga SGD 650 per bulan. Angka ini setara dengan Rp6,5 juta hingga Rp7,6 juta (asumsi kurs Rp11.800 per SGD).
  • Kenaikan bagi Berpengalaman: Pekerja yang memiliki rekam jejak kerja di Singapura atau negara lain biasanya mendapatkan tawaran mulai dari SGD 700 hingga SGD 900.
  • Kompensasi Hari Libur: Majikan wajib memberikan satu hari libur setiap minggu. Jika pekerja memilih untuk tetap bekerja pada hari liburnya, mereka berhak mendapatkan uang lembur harian yang dihitung secara proporsional.

Penting bagi calon PMI untuk memahami prosedur keberangkatan yang legal melalui Ministry of Manpower Singapore guna mendapatkan jaminan perlindungan hukum dan asuransi kesehatan selama masa kontrak berlangsung.

Penghasilan Sektor Formal dan Tenaga Ahli

Selain sektor domestik, Singapura juga membuka peluang besar di sektor formal seperti manufaktur, konstruksi, perhotelan, hingga tenaga medis. Pada sektor ini, standar upah biasanya mengikuti kualifikasi pendidikan dan jenis visa kerja yang digunakan, seperti Work Permit (WP) atau S Pass. Pekerja di sektor konstruksi atau manufaktur umumnya menerima gaji pokok mulai dari SGD 800 hingga SGD 1.200, belum termasuk uang lembur (OT) yang bisa meningkatkan total pendapatan hingga SGD 1.500 per bulan.

Sementara itu, bagi tenaga profesional atau PMI yang menempati posisi staf di perkantoran atau perawat kesehatan, pendapatan mereka bisa mencapai angka SGD 2.500 hingga di atas SGD 4.000. Tingginya gaji di sektor formal ini berbanding lurus dengan biaya hidup dan tuntutan kompetensi yang lebih ketat dibandingkan sektor domestik. Oleh karena itu, persiapan skill dan kemampuan bahasa Inggris menjadi modal utama sebelum melamar pekerjaan di sektor non-domestik.

Memahami Skema Potongan Gaji dan Biaya Penempatan

Calon pekerja migran harus bersikap kritis terhadap skema potongan gaji yang seringkali membebani di bulan-bulan awal bekerja. Berdasarkan aturan terbaru, biaya penempatan atau placement fee kini lebih tertata untuk mencegah praktik eksploitasi. Biasanya, PMI akan mengalami potongan gaji selama 4 hingga 6 bulan pertama untuk melunasi biaya keberangkatan, asuransi, dan pelatihan di tanah air. Namun, pemerintah Indonesia melalui BP2MI terus mengupayakan skema ‘biaya penempatan nol persen’ untuk kategori tertentu guna meringankan beban ekonomi pekerja di awal masa kontrak.

Sebelum memutuskan berangkat, pastikan Anda telah membaca artikel kami mengenai persiapan dokumen resmi kerja ke luar negeri agar terhindar dari sindikat penyalur tenaga kerja ilegal. Melalui jalur resmi, PMI tidak hanya mendapatkan gaji yang layak, tetapi juga jaminan keselamatan dan hak untuk memegang paspor sendiri selama berada di Singapura.

Kesimpulan dan Analisis Ekonomi

Bekerja di Singapura memang menjanjikan perbaikan kondisi ekonomi keluarga di Indonesia secara signifikan. Namun, gaji besar tersebut menuntut kedisiplinan tinggi dan adaptasi budaya kerja yang cepat. Para ahli ekonomi menyarankan agar PMI tetap bijak dalam mengelola pengiriman uang ke kampung halaman (remitansi) agar modal yang terkumpul dapat menjadi investasi produktif di masa depan. Dengan regulasi yang semakin transparan, Singapura tetap menjadi pilihan rasional bagi tenaga kerja Indonesia yang mencari standar hidup dan perlindungan kerja yang lebih baik di kawasan Asia Tenggara.

Share post:

Berlangganan

spot_imgspot_img

Populer

More like this
Related

Presiden Prabowo Subianto Instruksikan Percepatan Standar Kebersihan Nasional dari Desa Hingga Kota

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto membawa visi besar untuk...

Prabowo Subianto Jamin Ketahanan Ekonomi Nasional dalam Indonesia Economic Outlook 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mempertegas posisi tawar Indonesia...

Vonis Penjara Warga Sleman dan Dilema Hukum Pembelaan Terpaksa di Indonesia

Memahami Batas Tipis Noodweer dan Eigenrichting Keputusan Majelis Hakim Pengadilan...

Strategi Akselerasi Investasi Demi Mencapai Target Pertumbuhan Ekonomi Delapan Persen

JAKARTA - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar...