JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi membantah narasi yang berkembang dalam sebuah video viral di media sosial terkait pembagian paket Makan Bergizi Gratis (MBG) pada waktu sahur. Instansi pemerintah tersebut menegaskan bahwa konten yang mengeklaim adanya distribusi makanan pada dini hari tersebut merupakan informasi palsu atau hoaks. Klarifikasi ini muncul guna meredam kebingungan masyarakat mengenai mekanisme teknis program unggulan pemerintah yang saat ini tengah berada dalam tahap persiapan dan uji coba masif.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi menegaskan bahwa pihak lembaga telah menelusuri sumber video tersebut dan memastikan tidak ada agenda resmi pembagian MBG pada jam sahur. BGN mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai potongan video yang tidak memiliki sumber kredibel, terutama yang berkaitan dengan kebijakan strategis nasional. Program Makan Bergizi Gratis sendiri memiliki jadwal distribusi yang terukur dan berfokus pada pemenuhan gizi anak sekolah serta kelompok prioritas lainnya pada jam operasional pendidikan formal.
Klarifikasi Resmi Badan Gizi Nasional Terkait Disinformasi Sahur
Narasi menyesatkan yang beredar di platform digital sering kali memanfaatkan antusiasme publik terhadap program baru pemerintah. BGN menyadari bahwa transparansi informasi menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, BGN berkomitmen untuk terus memperbarui informasi mengenai skema distribusi melalui kanal-kanal resmi yang telah tersedia.
- Video yang beredar tidak mencerminkan standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional.
- Program MBG dirancang untuk mendukung asupan nutrisi harian anak sekolah, bukan sebagai program bantuan pangan sahur.
- Masyarakat diminta melaporkan akun atau konten yang menyebarkan berita bohong demi menjaga stabilitas informasi.
Dalam konteks komunikasi publik, penyebaran hoaks semacam ini berpotensi mendistorsi tujuan utama program. Badan Gizi Nasional saat ini tengah menggodok struktur organisasi dan pengadaan logistik yang sangat kompleks. Klarifikasi cepat dari otoritas berwenang sangat membantu dalam memitigasi dampak negatif dari misinformasi yang menyebar di media sosial.
Analisis Kritis: Mengapa Program MBG Rentan Terhadap Hoaks?
Sebagai sebuah kebijakan baru yang bersifat transformatif, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi magnet perhatian sekaligus sasaran empuk bagi penyebaran disinformasi. Analisis menunjukkan bahwa kekosongan informasi teknis yang detail di awal masa transisi sering kali diisi oleh spekulasi liar dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Kehadiran konten kreatif namun menyesatkan di platform seperti TikTok atau Instagram mempercepat laju perambatan berita bohong tersebut.
Selain itu, ekspektasi masyarakat yang tinggi terhadap janji-janji kampanye yang kini mulai diimplementasikan membuat publik cenderung kurang kritis saat menerima informasi yang selaras dengan harapan mereka. Tantangan bagi BGN bukan hanya sekadar mendistribusikan makanan, melainkan juga membangun ekosistem informasi yang sehat agar tidak ada lagi celah bagi oknum untuk memanipulasi narasi program nasional demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
Panduan Membedakan Informasi Resmi Program Pemerintah
Masyarakat perlu memiliki kemampuan literasi digital yang mumpuni untuk menyaring informasi terkait kebijakan negara. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk memverifikasi kebenaran sebuah informasi pemerintah:
- Selalu periksa apakah informasi tersebut tercantum di akun media sosial resmi atau website dengan domain .go.id.
- Bandingkan berita dari media massa nasional yang memiliki kredibilitas tinggi dan mematuhi kode etik jurnalistik.
- Abaikan ajakan untuk menyebarkan (share) konten yang mengandung unsur sensasional atau provokatif tanpa verifikasi lebih lanjut.
Program ini sebelumnya telah melewati berbagai tahap uji coba di beberapa wilayah untuk memastikan efektivitas distribusi dan kualitas gizi. Melalui edukasi yang berkelanjutan, diharapkan masyarakat dapat membedakan antara fakta operasional dengan konten hiburan yang menyesatkan di dunia maya.

