SBY Soroti Ketegangan Geopolitik Antara Ambisi Unipolar Amerika Serikat dan Realitas Multipolar

Date:

JAKARTA – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan pandangan mendalam mengenai dinamika geopolitik global yang sedang mengalami transformasi besar. Saat memberikan kuliah umum di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), SBY menyoroti adanya gesekan kepentingan yang tajam antara keinginan Amerika Serikat untuk mempertahankan tatanan unipolar dan kenyataan dunia yang semakin bergerak menuju kutub-kutub kekuatan baru atau multipolaritas. Fenomena ini menciptakan ketidakpastian yang menuntut kesigapan strategis dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

SBY menilai bahwa setelah berakhirnya Perang Dingin, dominasi tunggal Amerika Serikat memang sempat mewarnai panggung politik internasional. Namun, dekade terakhir menunjukkan kebangkitan kekuatan ekonomi dan militer baru seperti Tiongkok, Rusia, serta penguatan blok regional yang mulai mengimbangi hegemoni tersebut. Ketegangan muncul ketika kekuatan lama berusaha mempertahankan status quo, sementara kekuatan baru menuntut representasi dan pengaruh yang lebih besar dalam pengambilan keputusan global.

Benturan Kepentingan Kekuatan Besar di Panggung Global

Pergeseran ini bukan tanpa risiko. SBY menjelaskan bahwa persaingan antara kekuatan besar seringkali memicu konflik di wilayah-wilayah yang menjadi titik singgung kepentingan. Ia menggarisbawahi beberapa poin penting mengenai kondisi tatanan dunia saat ini:

  • Resistensi Amerika Serikat terhadap munculnya pesaing strategis yang mampu menggoyahkan dominasi dolar dan pengaruh militer mereka.
  • Kebangkitan Tiongkok sebagai kekuatan ekonomi global yang kini mulai merambah ke pengaruh politik dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik.
  • Ketidakmampuan lembaga internasional seperti PBB dalam meredam konflik besar karena adanya hak veto yang seringkali mengunci kepentingan negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan.
  • Munculnya aliansi-aliansi baru seperti BRICS yang menawarkan alternatif dari sistem finansial dan politik Barat.

Tantangan Indonesia Menghadapi Ketidakpastian Tatanan Dunia

Dalam konteks domestik, SBY menegaskan bahwa Indonesia harus tetap memegang teguh prinsip politik luar negeri yang bebas dan aktif. Indonesia tidak boleh terjebak dalam polarisasi yang memaksa negara untuk memilih satu pihak secara mutlak. Sebaliknya, Indonesia perlu memainkan peran sebagai jembatan (bridge builder) di tengah persaingan kekuatan besar tersebut. Hal ini sejalan dengan analisis mengenai ambisi global Indonesia yang menuntut konsistensi dalam menjaga stabilitas kawasan.

Mantan Jenderal TNI ini juga mengingatkan bahwa ketahanan nasional tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga pada kemandirian ekonomi dan stabilitas politik dalam negeri. Jika Indonesia mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif, maka posisi tawar Indonesia dalam diplomasi internasional akan semakin diperhitungkan oleh negara-negara besar.

Mengapa Tatanan Multipolar Lebih Relevan Saat Ini

Analisis SBY menunjukkan bahwa dunia multipolar sebenarnya menawarkan peluang bagi keseimbangan kekuasaan yang lebih sehat. Dengan banyaknya pusat kekuatan, kontrol terhadap satu negara tidak lagi bersifat absolut. Namun, transisi dari unipolar menuju multipolar ini seringkali melewati fase yang berbahaya atau ‘Thucydides Trap’, di mana kekuatan lama merasa terancam oleh kekuatan baru yang sedang bangkit.

Pengalaman Indonesia dalam memimpin forum-forum internasional, seperti yang terlihat pada keberhasilan kepemimpinan Indonesia di G20 tahun lalu, menunjukkan bahwa negara menengah (middle power) memiliki suara yang krusial. Indonesia harus terus memperkuat kerjasama Selatan-Selatan dan memastikan bahwa aspirasi negara berkembang didengar dalam pembentukan norma-norma internasional yang baru. SBY menutup kuliah umumnya dengan menekankan pentingnya kepemimpinan yang memiliki visi geopolitik tajam agar Indonesia tidak hanya menjadi penonton dalam perubahan tatanan dunia yang sangat dinamis ini.

Share post:

Berlangganan

spot_imgspot_img

Populer

More like this
Related

Tragedi Tawuran di Serang Mengakibatkan Jari Remaja Putus Akibat Sabetan Senjata Tajam

Kronologi Insiden Berdarah yang Melibatkan Anak di Bawah UmurAksi...

Badan Gizi Nasional Tegaskan Video Makan Bergizi Gratis Saat Sahur Adalah Hoaks

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi membantah...

Badan Gizi Nasional Percepat Penyaluran Makan Bergizi Gratis Sebelum Libur Idul Fitri 1447 Hijriah

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah taktis...

Kapolri Pastikan Transparansi Proses Hukum Oknum Brimob Penganiaya Pelajar di Maluku

MALUKU TENGGARA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan...