SEMARANG – Gerakan kolaborasi lintas elemen yang melibatkan Pemerintah Kota Semarang dan masyarakat sipil berhasil mengubah wajah Sungai Jaten dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN). Aksi nyata ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebuah langkah strategis untuk memutus rantai pencemaran air yang selama ini menghantui kawasan pemukiman. Melalui sinergi ini, para sukarelawan bersama petugas kebersihan mengangkut berbagai jenis limbah yang menyumbat aliran sungai, sekaligus memberikan edukasi langsung mengenai pentingnya menjaga ekosistem perairan kota.
Pemerintah Kota Semarang memandang bahwa pembersihan sungai merupakan solusi jangka pendek yang harus diimbangi dengan perubahan perilaku masyarakat secara fundamental. Tanpa kesadaran untuk berhenti membuang sampah ke aliran air, upaya pembersihan sekeras apa pun akan menjadi sia-sia. Oleh karena itu, momentum HPSN kali ini menjadi titik balik bagi penguatan program pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat rukun tetangga maupun rukun warga.
Urgensi Kolaborasi Lintas Sektor di Sungai Jaten
Kegiatan yang melibatkan ratusan personel ini membuktikan bahwa penanganan masalah lingkungan memerlukan tangan dingin dari berbagai pihak. Berikut adalah beberapa poin krusial yang menjadi fokus dalam aksi bersih Sungai Jaten:
- Pembersihan sedimen dan sampah plastik yang menghambat debit air guna mencegah potensi banjir saat curah hujan tinggi.
- Pengerahan alat berat dan armada truk sampah untuk mempercepat evakuasi limbah dari bibir sungai menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
- Identifikasi titik-titik rawan pembuangan sampah liar di sepanjang bantaran sungai untuk pengawasan yang lebih ketat ke depannya.
- Penguatan jejaring komunitas peduli sungai agar tetap aktif melakukan pemantauan rutin pasca-kegiatan HPSN.
Wali Kota Semarang menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kebersihan sungai sangat bergantung pada komitmen kolektif. Pemerintah menyediakan infrastruktur, namun warga memegang kendali atas keberlangsungan kebersihan lingkungan tersebut. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mendorong tata kelola sampah yang lebih terintegrasi di level daerah.
Mengubah Paradigma: Memilah Sampah dari Rumah
Aspek yang paling menonjol dari kegiatan ini adalah kampanye masif mengenai pemilahan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga. Masyarakat mendapatkan edukasi mengenai cara membedakan sampah organik dan anorganik sebelum membuangnya ke tempat sampah. Strategi ini dianggap paling efektif untuk mengurangi beban volume sampah yang masuk ke TPA Jatibarang yang kian meningkat setiap tahunnya.
Pemerintah mendorong warga untuk mulai menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos secara mandiri, sementara sampah anorganik yang bernilai ekonomis dapat disalurkan melalui Bank Sampah terdekat. Transformasi perilaku ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang menguntungkan bagi warga secara finansial sekaligus menjaga kelestarian alam.
Panduan Praktis Pengelolaan Sampah Domestik untuk Warga
Sebagai panduan berkelanjutan bagi pembaca, berikut adalah langkah sederhana yang dapat Anda lakukan di rumah untuk mendukung program Semarang Bersih:
- Sediakan Dua Wadah Terpisah: Gunakan wadah berbeda untuk sampah sisa makanan (organik) dan sampah plastik/kertas (anorganik).
- Bersihkan Kemasan Plastik: Pastikan botol atau bungkus plastik dalam keadaan kering dan bersih sebelum dibuang agar memudahkan proses daur ulang.
- Manfaatkan Komposter Mini: Gunakan lubang biopori atau wadah komposter untuk mengolah sampah dapur menjadi pupuk tanaman.
- Hindari Penggunaan Plastik Sekali Pakai: Mulailah beralih menggunakan kantong belanja kain dan botol minum isi ulang saat beraktivitas di luar rumah.
Melalui aksi bersih Sungai Jaten ini, kita diingatkan kembali bahwa lingkungan yang sehat adalah warisan paling berharga bagi generasi mendatang. Berita mengenai aksi lingkungan ini melengkapi laporan sebelumnya mengenai komitmen pembangunan infrastruktur hijau di Jawa Tengah yang terus digalakkan oleh otoritas terkait demi kesejahteraan warga.

