JEPARA – Tim medis Persijap Jepara akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait kondisi kesehatan gelandang andalan mereka, Rahmat Hidayat. Pemain bernomor punggung 10 tersebut sempat mengejutkan publik saat tiba-tiba jatuh pingsan atau black out di tengah pertandingan persahabatan melawan Persebaya Surabaya. Insiden ini memicu kekhawatiran besar karena terjadi tanpa ada benturan fisik sebelumnya dengan pemain lawan.
Manajemen Laskar Kalinyamat memastikan bahwa sang pemain kini berada dalam pengawasan ketat tim dokter untuk menjalani pemulihan intensif. Langkah cepat tim medis di pinggir lapangan saat kejadian terbukti krusial dalam menstabilkan kondisi Rahmat sebelum dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi seluruh klub profesional mengenai risiko kelelahan ekstrem dan kondisi medis yang tidak terdeteksi selama intensitas pertandingan tinggi.
Kronologi Insiden Black Out Rahmat Hidayat di Lapangan
Pertandingan yang berlangsung sengit antara Persijap Jepara dan Persebaya Surabaya semula berjalan normal hingga memasuki pertengahan babak. Namun, suasana mendadak tegang ketika Rahmat Hidayat terlihat limbung dan terjatuh di area tengah lapangan. Berikut adalah poin-poin kronologi kejadian tersebut:
- Rahmat Hidayat sedang melakukan transisi permainan sebelum tiba-tiba kehilangan keseimbangan.
- Wasit langsung menghentikan pertandingan setelah melihat pemain tidak sadarkan diri.
- Tim medis bergerak dalam waktu kurang dari 30 detik untuk memberikan pertolongan pertama (First Aid).
- Pemain segera dievakuasi menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit.
Diagnosis Medis dan Penanganan Tim Dokter Persijap
Dokter tim Persijap mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya penurunan suplai oksigen ke otak secara mendadak yang memicu sinkop atau pingsan. Meskipun tidak ditemukan trauma kepala akibat benturan, tim medis tetap melakukan serangkaian tes komprehensif untuk memastikan tidak ada masalah pada sistem kardiovaskular sang pemain. Kondisi cuaca yang cukup panas serta intensitas fisik yang tinggi diduga menjadi faktor pemicu utama kelelahan saraf motorik Rahmat.
“Kami telah melakukan EKG dan tes darah untuk melihat kadar elektrolit dalam tubuh Rahmat. Saat ini, kondisi vitalnya sudah stabil dan ia sudah sadar penuh,” ujar perwakilan tim medis. Pihak klub menegaskan tidak akan terburu-buru menurunkan Rahmat kembali ke lapangan sebelum mendapatkan lampu hijau total dari spesialis. Hal ini sejalan dengan protokol kesehatan atlet yang ketat untuk mencegah risiko cedera berulang atau kondisi yang lebih fatal di masa depan.
Pentingnya Screening Kesehatan Berkala bagi Atlet Profesional
Insiden yang menimpa Rahmat Hidayat ini menjadi bahan diskusi hangat mengenai standar pemeriksaan kesehatan pemain di Liga Indonesia. Pakar kesehatan olahraga sering menekankan bahwa jadwal kompetisi yang padat menuntut fisik prima yang tidak hanya didapat dari latihan, tetapi juga dari monitoring medis yang berkelanjutan. Kasus black out tanpa benturan seringkali berkaitan dengan dehidrasi berat, hipoglikemia, atau masalah aritmia jantung ringan yang mungkin terabaikan.
Manajemen klub perlu memperketat Pre-Competition Medical Assessment (PCMA) untuk memetakan riwayat kesehatan pemain secara mendalam. Anda dapat mempelajari lebih lanjut mengenai standar penanganan cedera olahraga di laman Berita Olahraga Terkini. Penggunaan teknologi wearable untuk memantau detak jantung pemain saat latihan juga bisa menjadi solusi preventif agar pelatih mengetahui kapan seorang pemain telah mencapai batas ambang kelelahan fisiknya.
Dengan kondisi Rahmat Hidayat yang kian membaik, pendukung Persijap Jepara tentu berharap sang jenderal lapangan tengah ini bisa segera pulih sepenuhnya. Manajemen juga berkomitmen memberikan dukungan moral dan fasilitas rehabilitasi terbaik bagi sang pemain. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen sepak bola nasional untuk selalu menempatkan keselamatan nyawa pemain di atas hasil pertandingan semata.

